Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Saat “LebaRun”

Ideakita.com – Ketika liburan Lebaran, banyak dimanfaatkan runners untuk menggenjot latihan. Maklum banyak diantara mereka yang menghentikan program latihan selama Ramadhan.

Apalagi bagi mereka yang sudah mendaftar race di bulan Juni dan Juli ini, seperti Sentul Hill Trail Run 2019, BNI Half Marathon, Milo Jakarta International 10 K, Run to Care, Pocari Sweat Run Bandung dll. Mau tidak mau setelah lebaran harus segera start latihan lagi.

Sementara runners akan atau sudah mendaftar mendaftar  Highlands Half Marathon (HHM), Lebaran ini waktu yang tepat untuk memulai program latihan.

Eits… tapi tunggu dulu. Sebelum memulai “LebaRun” ada baiknya menyimak dulu tiga hal yang perlu diperhatikan dari Antonius Ismoyo Jati, seorang runner yang kerap menjadi tempat bertanya para Unpar Runners. Nah apa saja yang harus menjadi catatan?

1. Kesiapan Jantung

Setelah libur selama Ramadhan, kadang kita langsung genjot latihan. Apalagi bagi mereka yang mudik di kampung halaman, merasa mendapat trek lari yang bagus, udara yang leralif lebih segar, view yang indah, merangsang kita langsung long run dan latihan yang keras. 

“Padahal belum tentu jantung kita sudah siap dengan pola latihan yang langsung tancap gas,” kata MJ, panggilan Antonius Ismoyo Jati.

Menurut MJ, untuk latihan pertama cukup 30 menit. Berikutnya baru ditingkatkan sedikit demi sedikit. Untuk mengontrol kerja jantung,tentu pemakaian sport watch agar bisa memonitor heart rate jantung kita sangat disarankan. 

2. Kemampuan Otot

Selain kemampuan jantung, kesiapan otot kita juga harus diperhatikan. Seperti diketahui, olahraga rutin membuat otot-otot menjadi lebih kuat. Nah, ketika latihan itu dihentikan, maka kekuatan pun kembali menurun.

MJ mengingatkan, latihan pertama setelah libur panjang bisa rawan cidera. “Itu sebabnya tidak boleh dipaksakan. Latihan harus bertahap.”

3. Kebugaran

Seperti diketahui selama Ramadhan dan Lebaran fisik kita cukup terkuras. Waktu tidur berkurang. Bahkan selama Lebaran banyak aktivitas kita untuk bersilaturahmi.  Kebugaran juga harus pertimbangan jika akan memulai program latihan. Bila merasa kurang tidur, maka yang bisa dilakukan adalah latihan-latihan yang ringan saja.

Menurut MJ, seorang runners yang berhenti latihan saat Ramadhan baru bisa latihan dengan porsi normal dua minggu kemudian setelah melalui proses latihan yang dilakukan bertahap. Jadi, jangan langsung tancap gas ya? 

Selamat BerlebaRun ya Runners. Tetap perhatikan alarm tubuh.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *