Riki & Peter Jadikan BAF Lions Run 2019 Sebagai Terapi

Ideakita.com – “Sehat, Bahagia, dan Kenyang” Itu semboyan yang selalu melekat pada Riki Fadjar, salah satu runners #SahabatIdea yang pagi ini, Kamis, (21/3) mengambil race pack BAF Lions Run 2019 di Elite Club, Kuningan, Jakarta.

Pria asal Sumatera Utara datang di kloter awal, tak lama setelah tim RPC Idea Run mulai membuka pengambilan race pack. “Saya ini pelari bahagia. Enggak mengejar prestasi,” kata Riki membuka perbincangan dengan Ideakita.com.

Ya, memang bukan saatnya Riki mengejar podium. Bagi pria yang tahun lalu berhasil mengumpulkan puluhan medali dari berbagai race di dalam dan luar negeri ini, lari menjadi sarana terapi yang harus dilakukan. “Kalau tidak terapi, saya mungkin sudah mati,” katanya bersungguh-sungguh.

Riki mengaku pengidap penyakit gula yang banyak diyakini orang sebagai “rajanya penyakit”.  Bila ingin tetap sehat, dokter menyarankan setiap hari ia harus bergerak. Anjuran dokter itu bukan lagi sebagai pilihan, tetapi jadi perintah yang harus dilakukan. “Tak ada pilihan, saya harus terus bergerak agar tetap sehat.” \

Awalnya ia hanya jalan kaki dengan target 20 ribu langkah per hari. Agar jumlah langkahnya terhitung dengan pasti, ia membekali dengan sport watch. “Seperti hari ini, saya sudah mengumpulkan 8,5 ribu langkah. Ini saya mau jalan lagi, kemungkinan sore nanti mau lari.” Sebagai gambaran, target 20 ribu langkah per hari ini setara dengan jalan 16 kilometer.

Riki hanya mentargetkan langkah atau kilometer. Ia tak berani pasang catatan waktu, termasuk ketika ia harus mengikuti race.  “Setiap race  saya hanya ambil kategori 5K saja. Tidak pernah lebih karena saya cari sehat.” Bahkan ketika ditanya berapa catatan waktu terbaiknya, sambil tersenyum pria ini menyebutkan angka 35 menit. “Bahkan kadang lebih dari itu,” tandas Riki yang beberapa waktu lalu menjadi peserta Bangkok Marathon 2019. Apa enggak rugi , jauh-jauh terbang ke Bangkok hanya mengambil kategori Micro Marathon alias  5 K? Riki hanya menjawab dengan senyum.

Yang pasti, tahun ini target medali harus melebihi tahun lalu. Pria ini pun menunjukkan sederet daftar race yang akan diiukuti dari handphonenya. Salah satu adalah Jco Run yang akan digelar Minggu, 28 April 2019. “Saya juga ikut virtual run.”

Rupanya lari sebagai sarana terapi juga dilakukan oleh Peter. Pelari kantoran ini rupanya sedang mengalami masalah dengan urat di selangkangannya. “Gara-garanya, waktu race kemarin, saya sprint 100 meter menjelang finish. Saat finish sih enggak terasa, malamnya baru terasa sakit.”

Sejak itu kegiatan olahraganya nyaris terhenti. Padahal pria yang tinggal di Kemayoran ini biasa olah raga triathon, sepeda, lari, dan renang.” Selain dengan sport massage, Peter juga menjadikan lari sebagai terapi. “Saya harus paksakan lagi lari. enggak betah kalau hanya berdiam diri saja di rumah.”

Ketika mengambil race pack BAF Lions Run 2019, Riki masih merasakan sakit di selangkangan. “Saya akan tetap lari, tapi dengan pace yang paling nyaman. Untuk 10 K COT (Cut Of Time) berapa ya?” katanya pada Ideakita.com. Ketika dijawab bahwa COT 10K, 2,5 jam, Peter tampak lega. “Jadi aman ya pace 8.”  Aman lah Pak Peter….

Berlari memang bisa untuk tujuan macam-macam. Sehat, senang, cari teman atau untuk prestasi. Peter dan Riki pun sudah punya pilihan sendiri.

2 thoughts on “Riki & Peter Jadikan BAF Lions Run 2019 Sebagai Terapi

Leave a Reply to Edrinal Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *