Keseruan Indosat Ooredoo Run, Semesta Pun Mendukung

Keseruan Indosat Ooredoo Run bukan hanya saat race, tetapi juga di media sosial.

IdeaKita.com – Siapa bilang ikut race 5 K hanya sekadar “ngotor-ngotorin” jersey? Lihat saja keseruan di Indosat Ooredoo Run yang digelar 10 Desember lalu dalam rangka ulang tahun Indosat ooredo yang ke-50. Ya, keseruan bukan hanya terlihat saat acara ini digelar, namun juga terlihat lewat postingan di sosial media setelah acara ini usai.

Jujur,  waktu tahu lokasi start race ini di kantor Pusat Indosat Ooredo Jakarta, saya agak khawatir. Apa mungkin halaman yang tak begitu luas itu untuk start ribuan Sahabat Idea yang ikut race ini. Apalagi space itu harus berbagi dengan race central untuk beragam keperluan,  baik untuk meja-meja untuk refreshment, medali, maupun tenda sponsor dan lokasi-lokasi istirahat para peserta.

Ternyata dugaan saya meleset. Penataan lokasi yang cermat membuat peserta tetap nyaman. Apalagi alur runner juga dibuat rapi. Begitu masuk area, runner bisa menitipkan barang-barangnya di tenda drop bag. Setelah itu mereka bebas mau pemanasan atau langsung bersiap ke area start. Mereka bisa foto-foto dengan background event  yang dipasang di beberapa titik lokasi.

Area start memang berada di halaman gedung. Namun karena peserta banyak, jalur dibelokkan ke jalan samping gedung hingga berakhir di lobi belakang.

Jalur yang belok-belok ini justru terlihat sangat apik ketika adegan ini diabadikan lewat kamera drone saat bendera start dikibarkan. Pergerakan pelari dengan jersey orange ini tampak meliuk-liuk mengikuti jalur start.

Area yang terbatas juga tak membuat runner tak berdesak-desakan. Bisa jadi sebagian besar peserta tak mengejar podium, jadi tak berebut posisi di depan.

Saya yang yang berada sekitar 10 meter di belakang garis start juga masih nyaman ketika harus menungu bendera start dikibarkan. Masih bisa berswafoto dan ngobrolin lari bersama kawan-kawan se-komunitas. Bahkan, ketika ada beberapa runner yang kelihatan mengejar podium dan datang terlambat, bisa dengan mudah menerobos jalan menuju barisan terdepan.

Pilihan jalur race yang mengitari arena Monumen Nasional sepertinya sudah melalui pertimbangan matang panitia yang dalam hal ini dipegang oleh Management Race, IdeaKita. Meski harus berbagi dengan pengguna jalan lainnya, jalur race indoast ooredo run ini cukup steril. Ini berkat penempatan puluhan marshall di titik-titik krusial.

Seperti di pintu masuk Lapangan Parkir IRTI. Beberapa mobil atau motor tampak memotong jalur pelari karena akan masuk area parkir. Pelan-pelan mobil dan motor “diseberangkan”. Sementara ada juga pengendara yang memilih berhenti dulu, menunggu rombongan pelari mereda. Begitu juga ketika pelari harus menyeberang Jalan Merdeka Barat. Tak ada keributan meski masing-masing harus bergantian.

Semesta pun mendukung. Sisa gerimis semalam dan pagi yang mendung bikin enak lari gas poll hingga dua Water Station yang ada tiap 2 KM pun terlewatkan. Ada yang PB ya saat itu, kah? Saya sih enggak karena keasyikan berswafoto.

Ya… meski lewat jalur biasa, tapi kita bisa menemukan spot-spot yang seru untuk swafoto alias selfie. Begitu keluar dari Gedung Indosat Ooredoo langsung bertemu Patung Arjuna Wiwaha. Nah, di tempat ini jadi sasaran pertama pelari berswafoto. Belum lagi sepanjang lintasan kita bisa menemukan spot-spot foto dengan latar belakang salah satu ikon Indonesia, Tugu Monas. Background Istana Negara pun bisa jadi obyek menarik untuk narsis.

Sampai garis finish lumayan dapat bukti digital beberapa frame foto kegiatan saat jadi peserta lari Indosat Ooredo Run kali ini. Bisalah untuk diupload di media sosial sebagai jejak digital kegiatan lari kita.

Refreshment pun sangat baik untuk ukuran lari 5 K. Ada dua jenis minuman dan pisang. Kualitas medali pun sangat baik. Bahkan ketika kita ikut dua kategori 5 K dan 50 K Virtual Run, dua medalinya bisa disatukan.

Jersey dari Kappa, sportwear brand dari Itali ini bisa jadi jaminan nyaman untuk dikenakan dan tidak lepek karena keringat cepat menguap. Kalau toh ada keringat tertahan karena sablon karet tersebut menutup pori-pori jersey. Tapi kelebihan sablon jenis ini, warna lebih tahan dan tidak mudah pecah.

https://www.youtube.com/watch?v=uA0_wNwC1dU&feature=youtu.be

Ternyata keseruan tidak hanya saat race berlangsung. Dari pantauan di jagat media sosial, race Indoast Ooredoo Run juga seru diperbincangkan. Tengok saja postingan Nita Yuanita di laman Facebooknya. Wanita ini mengajak keluarganya ikut race ini. Postingan 12 Foto dan 4 video bisa menggambarkan keceriaan keluarga ini saat mengikuti race Indosat Ooredoo Run.Tak heran, foto-foto ini banyak mendapat pujian dari temen-temannya.

Postingan Waseso Yalanto juga menggambarkan keceriaan ketika mengikuti race ini. Bersama pasangannya, Aniek Sujitno, Anto begitu pria ini disapa, mengupload 4 foto pose standart usai race lari, “pamer medali”. Postingan ini  mendapat balasan komen yang rata-rata memuji pasangan ini mampu menyelesaikan lari 5 K. Ya, maklum pasangan ini memang bukan muda lagi.

Tak hanya yang tua yang bahagia, banyak pula saya jumpai pasangan-pasangan milenia yang tampak semangat saat lari bersama di acara ini. Seperti seorang runner yang biasa ikut race trail run, kali ini turun gunung,  ikut ngaspal, 5 K pula. Ada apa? Rupanya ia tidak datang sendiri. Ada pasangan yang mendampingi. Bahkan pria berkaca mata ini rela finish di atas 30 menit kerena ingin mendampingi pasangan. Hmmm….

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *